Logo Header

9–12 Juli 2026, Sekitar 200 Stan Meriahkan Pameran Kriya dan Wastra Dekranas di Trans Studio Mall Makassar

Redaksi
Redaksi Selasa, 30 Juni 2026 21:18
9–12 Juli 2026, Sekitar 200 Stan Meriahkan Pameran Kriya dan Wastra Dekranas di Trans Studio Mall Makassar

WAJAHINDONESIA.CO.ID, MAKASSAR – Pameran Kriya dan Wastra Dekranasda se-Indonesia dalam rangkaian puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan 46 Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Makassar menghadirkan pendekatan baru dalam mempromosikan produk kerajinan Indonesia. Untuk pertama kalinya, pameran nasional Dekranas diselenggarakan di pusat perbelanjaan modern, yakni Trans Studio Mall Makassar, pada 9–12 Juli 2026.

banner pemprov sulsel 2025

Strategi ini diharapkan mempertemukan produk kriya dan wastra Nusantara dengan pasar yang lebih luas melalui ruang publik yang setiap hari dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang umumnya berlangsung di gedung konvensi atau lokasi khusus, pameran kali ini hadir lebih dekat dengan aktivitas masyarakat. Pemilihan pusat perbelanjaan modern juga mempertimbangkan tingginya mobilitas pengunjung sehingga produk kriya dan wastra dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas tanpa harus mengundang mereka datang ke lokasi pameran khusus.

Panitia menyiapkan sekitar 200 stan, termasuk 158 stan yang akan diisi Dekranasda provinsi serta kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia, serta kementerian, lembaga, dan mitra strategis. Skala tersebut menunjukkan keterlibatan seluruh Dekranasda provinsi di Indonesia bersama berbagai pemangku kepentingan dalam mempromosikan kriya dan wastra Nusantara sekaligus memperluas akses pasar bagi produk UMKM.

Ratusan stan tersebut akan menampilkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari wastra, fesyen etnik, kerajinan tangan, aksesori, hingga berbagai produk kriya khas dari seluruh Indonesia. Pameran ini juga diharapkan menjadi ruang transaksi langsung antara perajin dan konsumen sehingga membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk unggulan daerah.

Ketua Harian TP PKK Sulsel, Melani Simon, mengatakan Ketua Umum Dekranas sekaligus Pelindung TP PKK Pusat, Selvi Ananda, istri Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dijadwalkan menghadiri rangkaian kegiatan bersama jajaran pengurus Dekranas Pusat dan anggota Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni).

“Puncak peringatan 46 Tahun Dekranas di Trans Studio Mall Makassar pada 10 Juli dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Ibu Wakil Presiden, Selvi Ananda, bersama jajaran Seruni dan pengurus Dekranas Pusat,” ujarnya saat Konferensi Pers di Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 29 Juni 2026.

Ketua Panitia Harian 46 Tahun Dekranas, Dr. Sukarniaty Kondolele, M.M., mengatakan pemilihan pusat perbelanjaan modern bukan sekadar mempertimbangkan lokasi yang representatif, tetapi juga menjadi strategi untuk mendekatkan produk kriya dan wastra kepada masyarakat.

“Ini menjadi kesempatan yang baik untuk mendekatkan kriya dan wastra kepada masyarakat. Segmentasi pengunjung mal sangat beragam, mulai dari keluarga, anak muda, hingga wisatawan. Mereka yang sebelumnya mungkin tidak pernah datang ke pameran kerajinan kini bisa melihat langsung produk-produk unggulan daerah,” ujarnya, Selasa, 30 Juni 2026.

Menurut Sukarniaty, penyelenggaraan di pusat perbelanjaan modern merupakan pendekatan baru dalam pelaksanaan pameran nasional Dekranas. Model ini diharapkan mampu memperluas akses pasar produk lokal tanpa harus mengundang masyarakat datang ke lokasi pameran yang terpisah dari aktivitas sehari-hari.

“Di pusat perbelanjaan, arus pengunjung sudah terbentuk secara alami. Dengan begitu, para perajin memiliki peluang lebih besar bertemu langsung dengan calon pembeli sekaligus memperkenalkan identitas budaya yang melekat pada setiap karya,” katanya.

Ia menilai ruang publik modern juga menjadi tempat yang efektif untuk memperkenalkan wastra Nusantara kepada generasi muda. Di tengah berkembangnya tren fesyen yang memadukan unsur tradisional dengan desain kontemporer, karya-karya perajin daerah memiliki peluang semakin besar menjangkau pasar nasional hingga internasional.

“Anak-anak muda sekarang semakin tertarik menggunakan wastra dengan sentuhan etnik. Kami berharap pameran ini dapat menjadi inspirasi, termasuk bagi para desainer, untuk menghadirkan kreasi baru yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia,” ujarnya.

Interaksi langsung antara perajin dan pengunjung juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang. Masukan mengenai desain, kualitas produk, hingga tren pasar dapat menjadi referensi bagi pelaku UMKM untuk terus berinovasi sehingga produknya semakin kompetitif.

Selain menjadi ruang promosi, pameran ini juga membuka peluang lahirnya jejaring usaha baru antara perajin, pelaku industri kreatif, desainer, hingga sektor ritel. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk lokal.

“Tujuan akhirnya adalah membantu UMKM pengrajin naik kelas. Mereka tidak hanya memperoleh peluang penjualan, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai kebutuhan pasar agar produk yang dihasilkan semakin berkualitas dan memiliki daya saing,” kata Sukarniaty.

Penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan 46 Tahun Dekranas diproyeksikan dihadiri sekitar 4.000 hingga 5.000 peserta dari seluruh Indonesia. Kehadiran ribuan tamu tersebut diperkirakan turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, pusat perbelanjaan, hingga UMKM lokal selama empat hari pelaksanaan kegiatan.

Selain peserta resmi, penyelenggaraan pameran di pusat perbelanjaan modern juga memungkinkan masyarakat umum menikmati berbagai produk kriya dan wastra Nusantara tanpa harus menjadi peserta kegiatan. Kondisi ini diharapkan memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan interaksi antara perajin dan calon konsumen.

Mengusung tema HKG PKK “Kuatkan 10 Program Pokok, Laksanakan Astacita, Wujudkan Indonesia Emas 2045” dan tema Dekranas “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, rangkaian kegiatan tidak hanya menghadirkan Pameran Kriya dan Wastra Dekranasda se-Indonesia, tetapi juga pemecahan Rekor MURI minum Multiple Micronutrient Supplement (MMS) secara serentak dengan melibatkan ibu hamil terbanyak di Sulawesi Selatan. Terdapat pula layanan Cek Kesehatan Gratis, festival kuliner, jalan sehat, serta promosi berbagai destinasi wisata daerah.

Pendekatan ini mencerminkan perubahan strategi promosi produk lokal dari pola pameran konvensional menuju ruang publik yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat. Dengan demikian, promosi tidak hanya menjangkau peserta kegiatan, tetapi juga masyarakat yang datang berbelanja maupun berwisata.

Melalui penyelenggaraan di ruang publik modern, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap karya para perajin tidak hanya dikenal sebagai produk budaya, tetapi juga mampu bersaing dari sisi kualitas, estetika, dan nilai ekonomi di tengah pasar modern.

“Harapannya, manfaat kegiatan ini tidak berhenti pada transaksi selama pameran berlangsung, tetapi juga memperkuat branding wastra Nusantara, membuka jejaring pemasaran baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan, khususnya di Sulawesi Selatan,” pungkas Sukarniaty.

Melalui pendekatan tersebut, penyelenggaraan 46 Tahun Dekranas di Makassar diharapkan menjadi model baru promosi kriya dan wastra Indonesia yang lebih inklusif, adaptif terhadap perubahan perilaku masyarakat, serta mampu memperluas jangkauan pasar bagi produk-produk unggulan daerah. (*)

 

Redaksi
Redaksi Selasa, 30 Juni 2026 21:18
Komentar