
Gubernur Sulsel Ground Breaking Rehabilitasi Daerah Irigasi Bontonyeleng, Optimalkan Pengairan 1.200 Hektare Lahan Pertanian
WAJAHINDONESIA.CO.ID, BULUKUMBA – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan Ground Breaking Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Bontonyeleng di Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Senin (15/6/2026).

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sulawesi Selatan, Astina Abbas, bersama unsur pemerintah setempat, tokoh masyarakat, dan para petani penerima manfaat.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman menyampaikan bahwa rehabilitasi DI Bontonyeleng merupakan bagian dari Paket 1 Multi Years Project (MYP) rehabilitasi jaringan irigasi yang mencakup Kabupaten Maros, Gowa, Bulukumba, dan Sinjai dengan total anggaran sekitar Rp93 miliar.
“Hari ini kita memulai rehabilitasi Daerah Irigasi Bontonyeleng yang menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan infrastruktur irigasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga telah memulai pekerjaan Paket 4 MYP di Kabupaten Luwu Utara yang mencakup wilayah Regional Luwu dan Toraja, serta Paket 2 MYP di Kabupaten Bone dan Soppeng yang melayani kawasan Bone, Soppeng, dan Wajo. Serta paket 1 MYP Rehabilitasi DI Apparang Hulu, Kabupaten Sinjai.
Khusus untuk Kabupaten Bulukumba, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran sekitar Rp16,5 miliar untuk rehabilitasi tiga daerah irigasi, yakni DI Bontonyeleng, DI Bettu, dan DI Bongki-Bongki.
Menurut Andi Sudirman, rehabilitasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan irigasi hingga sekitar 65 persen serta mengoptimalkan pengairan pada lahan pertanian seluas 1.200 hektare.
“Selama ini terdapat sejumlah titik pada saluran utama yang mengalami kebocoran sehingga distribusi air ke lahan pertanian tidak berjalan optimal. Melalui rehabilitasi ini, efektivitas penyaluran air akan meningkat dan kebutuhan petani dapat terpenuhi dengan lebih baik,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan secara bertahap serta menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap masyarakat dapat bersabar selama proses pekerjaan berlangsung. Mari bersama-sama mengawasi, menjaga, dan memanfaatkan infrastruktur ini dengan baik demi kepentingan bersama,” tuturnya.
Menurutnya, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi merupakan salah satu upaya nyata pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
“Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya.
- 1
