Paket 3 MYP Sulsel Terus Dikebut, Ruas Jalan Penghubung Sidrap-Enrekang Masuki Tahap Pengaspalan
WAJAHINDONESIA.CO.ID, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus mempercepat pelaksanaan Multi Years Project (MYP) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan konektivitas antarwilayah di Sulawesi Selatan.
Program yang didanai melalui APBD senilai Rp2,5 triliun itu menargetkan penanganan sekitar 1.400 kilometer jalan pada sekitar 100 ruas jalan provinsi di 24 kabupaten/kota selama periode 2025–2027.
Program yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut merupakan salah satu prioritas pembangunan pada masa kepemimpinan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.
Memasuki Juli 2026, pekerjaan pada Paket 3 terus menunjukkan progres di sejumlah ruas jalan strategis. Penanganan difokuskan pada peningkatan kualitas badan jalan melalui pembangunan bahu jalan serta pengaspalan lapis dasar (overlay) guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Pada ruas Mario Binabaru–Batas Kabupaten Enrekang, pekerjaan overlay di beberapa titik. Ruas tersebut memiliki panjang sekitar 12,61 kilometer.
Sementara itu, pada ruas Batas Enrekang – Anabannae – Dongi – Tanrutedong, pelaksanaan overlay pengaspalan dasar juga terus dikerjakan sebagai bagian dari peningkatan kualitas perkerasan jalan. Ruas tersebut memiliki panjang sekitar 20,87 kilometer.
Secara konektivitas, kedua ruas tersebut membentuk satu koridor strategis yang menghubungkan Kabupaten Enrekang dan Sidenreng Rappang (Sidrap), dan selanjutnya tersambung ke jaringan jalan menuju Kabupaten Wajo melalui ruas-ruas provinsi lainnya. Menjadikan koridor tersebut penting sebagai jalur penghubung kawasan tengah Sulawesi Selatan.
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Rosyadi, mengatakan percepatan pelaksanaan MYP diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, sejumlah ruas jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan kini mulai menunjukkan perubahan signifikan setelah dilakukan berbagai penanganan, mulai dari peningkatan badan jalan, pembangunan drainase, hingga pekerjaan pendukung lainnya.
“Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diaspal dengan kondisi yang jauh lebih baik sehingga meningkatkan kenyamanan sekaligus keselamatan bagi pengguna jalan,” kata Rosyadi.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan seluruh pekerjaan dalam program Multi Years Project dapat diselesaikan sesuai jadwal agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, Pemprov Sulsel berharap mobilitas masyarakat semakin lancar, distribusi barang dan jasa menjadi lebih efisien, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.