Fatmawati Rusdi Dorong Film Angkat Budaya Sulsel sebagai Media Promosi Daerah
WAJAHINDONESIA.CO.ID, MAKASSAR — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mendorong pengembangan film yang mengangkat kekayaan budaya, destinasi wisata, dan kuliner Sulawesi Selatan sebagai media promosi daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Hal itu disampaikan Fatmawati saat menerima audiensi tim Film Solata yang dipimpin sutradara Ichwan Persada di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa (14/7/2026). Turut hadir dalam pertemuan tersebut produser pelaksana Irfan Syam, aktor Cipta Perdana, dan Direktur Eksekutif IKA Unhas, Alam.
Film Solata mengangkat budaya Toraja dengan latar utama di Ollon, Tana Toraja. Film ini berkisah tentang Angkasa, seorang pemuda yang kehilangan arah hidup di Jakarta setelah ditinggal ibunya, kehilangan pekerjaan, serta mengalami kegagalan dalam hubungan asmara.
Ia kemudian memutuskan menjadi relawan guru di Ollon, Tana Toraja, yang menjadi titik balik perjalanan hidupnya.
Menurut Fatmawati, Sulawesi Selatan memiliki keragaman budaya yang kaya dan berpotensi diangkat ke layar lebar agar semakin dikenal masyarakat luas sekaligus menjadi daya tarik bagi sektor pariwisata.
“Kita memiliki begitu banyak kekayaan budaya yang bisa dieksplorasi. Misalnya budaya masyarakat adat Tolotang di Kabupaten Sidenreng Rappang maupun masyarakat adat Kajang di Kabupaten Bulukumba. Ini merupakan potensi besar yang layak diperkenalkan kepada masyarakat dunia melalui film,” ujarnya.
Ia menilai film merupakan salah satu media yang efektif memperkenalkan identitas daerah, sekaligus memperluas promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Sulawesi Selatan.
Karena itu, Fatmawati berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama pemerintah kabupaten/kota dapat terus berkolaborasi mendukung lahirnya karya-karya perfilman yang mengangkat potensi daerah.
“Produksi film seperti ini patut kita dukung dan apresiasi, apalagi film tersebut telah meraih penghargaan internasional. Promosinya juga perlu terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat mengenal potensi Sulawesi Selatan,” katanya.
Fatmawati juga menyoroti kuatnya nilai budaya yang masih terjaga di tengah masyarakat, salah satunya masyarakat adat Tolotang. Menurutnya, kekayaan tradisi dan kearifan lokal tersebut menjadi potensi yang menarik untuk diangkat melalui film cerita maupun film dokumenter.
Sementara itu, Sutradara Film Solata, Ichwan Persada, mengatakan kunjungannya bertujuan menyampaikan capaian Film Solata yang baru saja meraih penghargaan Special Award untuk kategori budaya dan humanisme pada Golden FEMI Film Festival di Bulgaria.
Ia menjelaskan, usai mengikuti festival tersebut, tim Film Solata juga menggelar tur pemutaran film di lima kota pada empat negara di Eropa Timur sebagai bagian dari upaya memperkenalkan budaya Sulawesi Selatan kepada masyarakat internasional.
“Hari ini kami bertemu Ibu Wakil Gubernur untuk menyampaikan kabar bahwa Film Solata baru saja menerima Special Award di Bulgaria. Selain itu, kami juga meminta masukan untuk rencana produksi film berikutnya, termasuk rencana kolaborasi film dua negara yang mudah-mudahan salah satu lokasi syutingnya berada di Sulawesi Selatan,” ujar Ichwan.
Ia mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap karya para pelaku industri kreatif yang selama ini diproduksi secara mandiri.
Menanggapi masukan Wakil Gubernur mengenai potensi budaya lokal, Ichwan mengatakan dirinya memiliki ketertarikan untuk terus mengangkat budaya-budaya yang belum banyak dikenal masyarakat.
Ia menyebut dua film terakhirnya, yakni Silariang yang mengambil lokasi syuting di kawasan Rammang-Rammang dan Solata yang berlatar di Ollon, Tana Toraja, sama-sama mengangkat kekayaan budaya Sulawesi Selatan.
Ichwan juga berharap Film Solata dapat kembali mengikuti berbagai festival film internasional sehingga semakin memperluas promosi budaya dan potensi pariwisata Sulawesi Selatan melalui karya perfilman.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pelaku industri kreatif dalam mempromosikan budaya, pariwisata, dan potensi daerah melalui karya perfilman yang mampu menjangkau publik nasional maupun internasional. (*)