
Hak Jawab Kepala SDN 175 Bulo-Bulo Terkait Pemberitaan “Sekolah Digembok di Tengah Pemeriksaan Inspektorat, Publik Soroti Aspek Kemanusiaan”
WAJAHINDONESIA.CO.ID, BULUKUMBA — Kepala SDN 175 Bulo-Bulo, Erniati menyampaikan hak jawab atas pemberitaan berjudul “Sekolah Digembok di Tengah Pemeriksaan Inspektorat, Publik Soroti Aspek Kemanusiaan”. Ia menegaskan bahwa sejumlah informasi dalam berita tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Terkait dugaan bahwa penggembokan pagar sekolah dilakukan setelah tenaga pendidik dan pegawai sekolah dimintai keterangan oleh Inspektorat, Kepala Sekolah menegaskan tidak ada kaitan antara penggembokan dengan proses pemeriksaan tersebut.
“Penggembokan pagar sekolah sama sekali tidak berhubungan dengan penyampaian keterangan oleh tenaga pendidik maupun pegawai sekolah. Penggembokan terjadi karena gembok lama sudah rusak dan saya berinisiatif membeli gembok baru,” jelasnya.
Ia menerangkan, sebelum mengganti gembok, dirinya telah menghubungi satpam sekolah untuk menyerahkan kunci gembok yang baru. Namun satpam yang bersangkutan tidak berada di tempat.
Setelah menunggu dan tidak kunjung datang, Kepala Sekolah mengambil inisiatif mengunci pagar sendiri demi pengamanan lingkungan sekolah.
Menanggapi informasi bahwa dirinya bereaksi emosional usai pemeriksaan Inspektorat serta diduga memerintahkan satpam dan bujang sekolah keluar dari area perumahan sekolah, Kepala Sekolah membantah keras tudingan tersebut.
“Reaksi emosional memang sempat terjadi, tetapi bukan akibat pemeriksaan Inspektorat. Saya marah karena merasa dibohongi dalam komunikasi dengan satpam terkait penyerahan kunci gembok. Hal itu murni persoalan teknis dan tidak ada hubungannya dengan pemeriksaan,” ujarnya.
Ia juga meluruskan kabar yang menyebut masih ada warga sakit yang terkurung di area perumahan sekolah saat penggembokan dilakukan. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar.
“Penggembokan dilakukan semata-mata sebagai langkah pengamanan aset dan lingkungan sekolah, bukan untuk membatasi akses warga. Warga yang disebut sakit itu sudah berada di rumah sakit, bukan di dalam area perumahan sekolah,” tegasnya.
Terkait pernyataan salah satu pegawai bernama Bakir yang menyebut adanya ancaman, pengusiran, serta potensi pemberhentian akibat kejujuran saat pemeriksaan, Kepala Sekolah menilai narasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Pernyataan itu menggiring opini yang keliru. Reaksi emosional yang sempat terjadi sama sekali tidak berkaitan dengan kejujuran dalam pemeriksaan. Tidak pernah ada niat mengancam, mengusir, ataupun menghentikan siapa pun,” tandasnya.
Melalui hak jawab ini, Kepala SDN 175 Bulo-Bulo berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang beredar serta memberikan pemahaman yang utuh kepada publik mengenai peristiwa yang sebenarnya terjadi.
