
Sosialisasi Perda Penyelenggaraan Pendidikan, Muchlis Misbah Tekankan Penajaman Membentuk Generasi Berakhlak
WAJAHINDONESIA.CO.ID – Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis A Misbah menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, di Hotel Grand Imawan, Rabu (26/11/2025).

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi kali ini, yaitu Kadis Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, Kepala Sekolah MAN Hj Darmawati, dan Andi Taufiq Aris.
Dalam pemaparannya, Muclis Misbah mengatakan sosialisasi dilakukan bertujuan untuk membantu masyarakat mengetahui terkait Perda Penyelenggaraan Pendidikan, dan masyarakat bisa memahami lebih dalam tentang regulasi yang telah dihasilkan oleh DPRD.
“Jadi regulasi yang dihasilkan oleh DPRD yaitu berfungsi tentang pengawasan dan keuangan,” ujarnya.
Lanjut Legislator Partai Hanura ini menjelaskan bahwa, pendidikan harus dilaksanakan sesuai prinsip-prinsip sebagai acuan dalam penyelenggaraannya, agar pelaksanaan pada masing-masing jenjang pendidikan dapat berjalan dengan baik dan benar-benar untuk mencapai tujuan bangsa dalam bidang pendidikan.
“Penyelenggaraan pendidikan jika tanpa berdasarkan prinsip, maka akan dapat menghilangkan karakter sebuah bangsa,” jelasnya.
Diakhir sambutannya, ia berharap selain bisa memahami lebih dalam, masyarakat juga mendapatkan pendidikan yang bermutu.
“Tentunya sebagai warga negara Indonesia, kita berharap untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu,” pungkasnya.
Sementara narasumber pertama Achi Soleman menyampaikan bahwa, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berkembang saat ini, dimana saat ini pendidikan menuju era digitalisasi.
Menurutnya, di era digitalisasi saat ini adalah salah satu revolusi yang tidak dapat direkayasa oleh pemerintah. Contohnya saat covid-19 beberapa tahun lalu.
Walaupun kegiatan belajar mengajar sempat terhambat, akan tetapi proses belajar mengajar dapat dilaksanakan dengan cara dari rumah melalui online.
“Jadi ini yang dimaksud dalam perubahan sosial yang sangat radikal dalam masyarakat yang tidak dapat direkayasa,” ungkapnya.
Narasumber berikutnya, Hj Darmawati menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi anak sejak usia dini.
“Harus ada pembiasaan nilai-nilai kejujuran, disiplin, gotong royong, serta kepedulian sosial di lingkungan sekolah,” tuturnya.
Terakhir Andi Taufiq Aris menambahkan bahwa pendidikan karakter sangat penting untuk membentuk generasi yang berakhlak dan bertanggung jawab. “Nilai akademik penting, tetapi karakter adalah fondasi masa depan,” katanya.
Dengan adanya program pendidikan karakter, Taufiq berharap mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian kuat dan beretika dalam kehidupan bermasyarakat. (*)
