
Risol Pettarani, Rasa dan Cerita di Balik Ramainya CFD dan CFN Selayar
WAJAHINDONESIA.CO.ID, KEPULAUAN SELAYAR – Setiap akhir pekan suasana Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) di lapangan pemuda benteng Selayar selalu dipenuhi ragam kuliner lokal. Dari sekian banyak lapak yang berjajar, satu yang hampir tak pernah sepi pengunjung adalah Risol Pettarani.

Ownernya seorang perempuan muda yang akrab disapa Kak None, tampak selalu sibuk melayani pembeli sambil tersenyum. Tangan cekatnya membungkus pesanan risol yang menjadi menu utama: Risol Ayam Suir dan Risol Mayo Double Cheese.
“Kalau risol itu sudah jadi ciri khas kami. Tapi untuk menu pendamping saya ganti setiap dua minggu sekali supaya pengunjung tidak bosan. Misalnya ada tahu bakso dengan berbagai topping bergantian dengan Roti Thailand,” ujarnya.
Tak main-main, antusias pengunjung begitu tinggi. Dalam sekali gelaran CFD atau CFN, 500 biji tahu bakso bisa habis terjual, sementara risol ludes 200–250 pack satu pack berisi empat buah. Jumlah itu bukan sekadar angka melainkan bukti bahwa produk lokal Selayar punya tempat istimewa di hati masyarakat.
Meski sibuk berjualan, Kak None tidak melupakan inovasi. Baginya variasi menu dan konsistensi rasa adalah kunci mempertahankan pelanggan. Usahanya pun membuahkan hasil: Risol Pettarani berhasil meraih juara 2 penjualan terbanyak UMKM CFD dan CFN sekaligus tercatat sebagai pengguna QRIS Bank BPD terbanyak kedua.
“Alhamdulillah saya tidak menyangka bisa dapat penghargaan itu. Buat saya yang terpenting sebenarnya pelanggan puas dan setiap kali CFD maupun CFN dagangan selalu habis,” katanya dengan mata berbinar.
Di balik prestasi itu, ada kerja keras yang tak banyak diketahui. Malam sebelum CFD atau CFN, Kak None bersama tim kecilnya harus menyiapkan adonan, mengisi, dan membungkus ratusan risol. Semua dilakukan dengan penuh semangat demi memastikan setiap pembeli bisa membawa pulang cita rasa terbaik.
Kini Risol Pettarani bukan hanya sekadar lapak kuliner tetapi juga simbol semangat UMKM Selayar yang terus tumbuh. Kak None berharap ke depan, kegiatan semacam CFD dan CFN tetap rutin digelar.
“Bukan cuma untuk saya, tapi untuk semua UMKM. Ini tempat kami bisa berkembang, dikenal, dan membuktikan bahwa produk lokal Selayar tidak kalah bersaing,” pungkasnya.
