Logo Header

Warga Resah, Dugaan Bom Ikan di Dusun Jailamu Tuai Sorotan di Media Sosial

AP
AP Sabtu, 20 September 2025 18:00
Warga Resah, Dugaan Bom Ikan di Dusun Jailamu Tuai Sorotan di Media Sosial

WAJAHINDONESIA.CO.ID, KEPULAUAN SELAYAR – Media sosial Facebook diramaikan dengan unggahan terkait dugaan aksi pemboman ikan di sekitar perairan Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar.

banner pemprov sulsel 2025

Dalam unggahan yang viral tersebut, disebutkan bahwa pada Sabtu (20/9/2025) sekitar pukul 12.13 WITA, sebuah kapal yang tidak diketahui asal-usulnya melakukan pemboman sebanyak tiga kali, tepatnya di depan perkampungan Dusun Jailamu, berjarak sekitar 150 meter dari bibir pantai.

“Mohon pemerintah dan pihak kepolisian segera bertindak. Karena perbuatan mereka lambat laun akan menghancurkan kehidupan masyarakat nelayan tradisional,” tulis akun yang pertama kali mengunggah peristiwa tersebut disertai tagar #polresselayar.

Unggahan itu langsung menuai gelombang komentar dari warganet. Salah satunya akun bernama Acca Daeng Petta menuliskan,
“Serangmi saja kayaknya lebih bagus, kalau melihat beberapa kasus kebelakang, tidak akan mungkin diproses, kadang nadatangiji tapi uangji naminta. Semakin viral di medsos semakin bagus uangnya. Berkaca pada kasus bom ikan Bonelohe.”

Nada serupa juga disampaikan akun Andi Akbar Mubarak yang berkomentar,
“Kalau petugas terkait belum menanggapi apa yang menjadi tugas mereka,mendingan mungkin solusi lain yang harus dilalukan demi terjaganya ekosistem bawa laut dan terumbu karang tempat ikan berkembanh biak.”

Menanggapi viralnya unggahan tersebut, Kasi Humas Polres Selayar, Andre Suardi, memberikan keterangan kepada media.

“Kami tentu akan menyelidiki informasi tersebut. Selanjutnya karena jaraknya hanya 150 meter dari desa, tentu banyak warga yang dapat memberikan kesaksian, termasuk mungkin pemilik gambar. Apalagi dapat merinci 3 kali ledakan, harusnya ledakan pertama sudah ada upaya yang dilakukan, misalnya menghubungi Bhabinkamtibmas setempat, pemerintah atau tokoh masyarakat. Atau mungkin membantu kami mengidentifikasi para pelaku. Jadi kami harapkan dukungan semua pihak, agar jika mendapatkan informasi seperti ini segera dilaporkan resmi ke pihak kepolisian. Terima kasih 🙏🏻,” ungkap Andre Suardi.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Bidang Humas Pemerintah Daerah Kepulauan Selayar belum memberikan komentar. Saat dihubungi awak media melalui pesan WhatsApp, yang bersangkutan hanya membaca chat tanpa memberikan balasan.

AP
AP Sabtu, 20 September 2025 18:00
Komentar