Mahasiswa Menggugat! Orasi Lukman Hakim di Depan Ketua DPRD Selayar Soroti 23,8 Juta Warga Miskin

WAJAHINDONESIA.CO.ID, KEPULAUAN SELAYAR – Suara mahasiswa menggema di gedung rektorat lt 1 ITSBM Kepulauan Selayar ketika perwakilan mahasiswa Lukman Hakim menyampaikan orasi bertajuk “Gema Tuntutan – Mahasiswa Bicara untuk Rakyat” di hadapan Ketua DPRD, anggota dewan, dan perwakilan fraksi.

Mengawali orasi, Lukman Hakim menegaskan komitmen perjuangan mahasiswa:

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Yang kami hormati para buruh, tani, nelayan, mahasiswa, dan seluruh rakyat Indonesia. Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Merdeka!”

Dalam penyampaiannya, Lukman menyoroti ketimpangan kesejahteraan, hilangnya kepercayaan rakyat terhadap wakilnya, dan penderitaan yang tak kunjung berakhir. Ia mengutip data BPS tahun 2025 yang mencatat masih ada 23,80 juta rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan, kelaparan, dan keterbatasan akses pendidikan.

“Kami bersuara bukan untuk sekadar didengar tetapi untuk diberikan solusi nyata, bukan hanya kata-kata penenang yang hampa. Rakyat sudah kehilangan kepercayaan pada wakilnya sebab kesejahteraan yang dijanjikan masih jauh dari kenyataan.”

Melalui forum tersebut, Lukman Hakim bersama elemen rakyat Kepulauan Selayar menyampaikan 9 tuntutan rakyat untuk dibawa ke tingkat nasional:

1. Segera sahkan RUU Perampasan Aset demi memberantas korupsi.

2. Lakukan reformasi parlemen secara menyeluruh.

3. Perketat syarat menjadi anggota DPR agar hanya yang berintegritas yang dapat duduk di kursi rakyat.

4. Reformasi gaji, tunjangan, dan kinerja DPR agar sesuai dengan kerja nyata, bukan kemewahan.

5. Audit menyeluruh terhadap BUMN dan reformasi kepolisian demi keadilan rakyat.

6. Tinjau kembali kenaikan pajak dan berikan jaminan kesejahteraan rakyat.

7. Copot anggota DPR yang menghina rakyat.

8. Bebaskan seluruh tahanan demonstrasi.

9. Jamin kebebasan informasi dan berekspresi sebagai hak konstitusional rakyat.

Orasi ditutup dengan seruan yang membangkitkan semangat solidaritas:

“Tuntutan ini bukan sekadar kata-kata melainkan amanat dari mereka yang suaranya kerap dibungkam dari mereka yang setiap hari berjuang mencari makan dan dari mereka yang masih percaya bahwa mahasiswa adalah corong kebenaran. Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Merdeka!”

Dengan lantang, Lukman Hakim menegaskan akan terus mengawal aspirasi rakyat kecil dan mengingatkan wakil rakyat agar benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.

Berita Terkait
Baca Juga