
Nelayan Lokal Menonton, Nelayan Luar Berkeliaran di Kawasan Takabonerate
WAJAHINDONESIA.CO.ID, KEPULAUAN SELAYAR – Nelayan di Kawasan Nasional Takabonerate mengeluh melalui media sosial akibat banyaknya nelayan Pa Gae yang jelas-jelas dilarang beroperasi dalam kawasan tapi tetap ramai setiap malamnya. Akibatnya pendapatan mereka semakin terpuruk.

Hal ini beralasan karena kapal-kapal gae yang dilengkapi jaring pukat cincin dan lampu celup mempengaruhi hasil tangkapan nelayan bagang lokal.
” Kalau ada Pa Gae masuk ke kawasan dan kita berdekatan maka hancurlah kita Pak. Ikan tidak akan mendekat ke bagang kita karena mereka pakai lampu celup dan mereka lebih dari dua kapal mallampu dekat dekat kita, ujar Aspa nelayan Bagang Jinato.
Kita juga tidak tahu harus melapor kemana. Semua sudah kita tempuh. Tapi mereka tetap masuk ke kawasan bergerombol setiap malam, jelasnya.
Seperti Sabtu malam ini, banyak lagi lampu pa gae masuk dekat-dekat pulau Jinato. Beda dulu, mereka memang tidak masuk beroperasi karena ditangkap kalau ada yang masuk. Kalau sekarang ini mereka bebas lagi keluar masuk kawasan, ucap nelayan lainnya.
Sebelumnya kondisi dan keluhan kami sudah laporkan ke pihak berwajib tapi hanya beberapa hari tidak ada masuk, sekarang masuk lagi, ujar Aspar.
Nelayan berharap agar pihak yang berwajib menjaga kawasan Takabonerate turun, agar nelayan lokal tidak menjadi penonton dikampung halamannya sendiri.
