Logo Header

Sosialisasi Bahasa Baku: Langkah Kecil, Dampak Besar di Desa Sumpang Mango

Redaksi
Redaksi Senin, 04 Agustus 2025 13:58
Sosialisasi Bahasa Baku: Langkah Kecil, Dampak Besar di Desa Sumpang Mango

WAJAHINDONESIA.CO.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin melaksanakan program sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia baku bagi siswa sekolah dasar di Desa Sumpang Mango, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), pada Kamis (24/7/2025).

banner pemprov sulsel 2025

Kegiatan yang berlangsung di SDN 10 Lancirang ini menjadi bagian dari program kerja tematik inovasi pengembangan desa. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar di lingkungan sekolah dasar.

Sosialisasi dikemas secara interaktif dan edukatif. Para siswa diajak mengenal serta membedakan bahasa baku dan tidak baku melalui media menarik, seperti kuis interaktif, permainan kata, dan simulasi percakapan sehari-hari.

Mahasiswa KKN juga membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta. Hasil LKS ini akan menjadi acuan evaluasi yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan buku saku bahasa baku yang dirancang khusus agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

“Banyak siswa di sini yang masih terbiasa menggunakan bahasa daerah atau bahasa tidak baku dalam proses belajar. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap siswa lebih memahami pentingnya penggunaan bahasa Indonesia baku dalam komunikasi formal, khususnya di sekolah,” ujar Marsya Amel Ramadani, koordinator program kerja.

Kepala SDN 10 Lancirang menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai sosialisasi tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan literasi bahasa siswa dan berharap kegiatan serupa dapat berlanjut di masa depan.

Program ini mendapat sambutan hangat dari guru dan siswa. Mereka terlihat antusias mengikuti setiap sesi, terutama pada kegiatan simulasi percakapan yang diselingi hadiah bagi peserta aktif.

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN berharap dapat menumbuhkan kesadaran berbahasa yang baik di kalangan pelajar sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung kualitas pembelajaran di wilayah pedesaan.

Penulis : Marsya Amel Ramadani
Redaksi
Redaksi Senin, 04 Agustus 2025 13:58
Komentar