16 Jam Listrik PLN Padam dalam Sehari Semalam, Jatah Solar Kemana?
WAJAHINDONESIA.CO.ID, Kepulauan Selayar — Pemadaman listrik kembali terjadi di Kabupaten Kepulauan Selayar. Dalam kurun waktu sehari semalam aliran listrik tercatat padam selama lebih dari 16 jam. Pihak PLN menyebut pemadaman ini disebabkan oleh kerusakan pada salah satu mesin pembangkit. Namun pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan lain: jika mesinnya rusak, ke mana jatah solarnya?
Sejumlah warga mempertanyakan transparansi dalam pengelolaan bahan bakar jenis solar yang seharusnya digunakan untuk mengoperasikan mesin pembangkit. Logikanya jika mesin rusak dan tidak beroperasi maka solar yang semestinya dipakai tentu tidak berkurang. Namun hingga kini tidak ada penjelasan terbuka dari PLN soal stok solar tersebut.
“Kalau memang mesinnya rusak dan tidak bisa jalan berarti solarnya tidak dipakai. Nah, solarnya ke mana? Jangan-jangan ini yang harus diusut,” ujar seorang warga Benteng.
Pemadaman listrik yang berlangsung sejak malam hingga siang hari berikutnya ini berdampak besar pada aktivitas masyarakat. Mulai dari rumah tangga, pelaku UMKM, hingga fasilitas umum seperti SPBU.
“Setiap kali mati lampu kami pelaku usaha kecil paling terdampak. Pendingin tidak bisa digunakan, pelanggan mengeluh, dan kami merugi. Tapi yang lebih bikin heran, tidak pernah ada penjelasan yang tuntas dari PLN,” kata seorang pelaku UMKM yang enggan disebut namanya.
Masyarakat kini mendesak agar pihak terkait termasuk pemerintah daerah turun tangan memastikan transparansi dalam pengelolaan energi di daerah. Harapannya tidak hanya mesin yang diperbaiki tetapi juga kepercayaan publik terhadap pengelolaan sektor kelistrikan di Selayar.