
Selayar Merdeka, Tapi Masih Gelap: Sampai Kapan?
WAJAHINDONESIA.CO.ID, Kepulauan Selayar – Meski Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali telah mendesak PLN untuk meningkatkan status ULP Selayar dari ranting menjadi cabang, masyarakat masih mempertanyakan sejauh mana langkah ini akan berdampak nyata terhadap pelayanan listrik yang lebih baik. Pemadaman bergilir yang tak kunjung selesai terus menjadi keluhan utama warga di berbagai wilayah Selayar.

“Kita sudah sering dengar janji-janji seperti ini tapi kenyataannya lampu tetap padam hampir tiap malam. Sampai kapan masyarakat harus hidup dalam ketidakpastian?” ujar salah seorang warga Tanete yang enggan disebut namanya.
Warga lainnya dari Benteng menyampaikan keresahan serupa. Menurutnya pemadaman bukan hanya berdampak pada kenyamanan tapi juga kerugian ekonomi.
“Usaha kami terganggu. Mesin pendingin rusak, alat elektronik rusak, bahkan anak-anak susah belajar. Kita butuh solusi nyata bukan hanya pernyataan,” keluhnya.
Pihak PLN dalam kunjungan Bupati menjelaskan bahwa kondisi mesin yang sudah berumur tua serta gangguan akibat pohon tumbang menjadi penyebab utama ketidakstabilan pasokan listrik. Namun bagi warga alasan ini tak cukup untuk menutupi rasa kecewa yang terus bertumpuk akibat pelayanan yang dianggap tidak maksimal.
Beberapa tokoh masyarakat meminta pemerintah daerah untuk lebih terbuka dan melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan soal infrastruktur energi.
“Kami hargai upaya Pak Bupati, tapi masyarakat butuh kepastian dan perbaikan sesegera mungkin. Jangan sampai ini hanya jadi wacana seremonial tanpa hasil,” ujar tokoh pemuda dari Kecamatan Bontomatene.
Masyarakat berharap bahwa rencana pengadaan mesin baru dan penjajakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bukan hanya menjadi janji manis di tengah krisis energi.
“Sudah terlalu lama Selayar gelap. Saat daerah lain bicara digitalisasi dan energi bersih, kami masih sibuk bertahan dalam kegelapan,” pungkas seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Bontosikuyu
Dengan segala harapan dan tuntutan yang disuarakan masyarakat, publik kini menunggu bukti nyata dari semua janji perbaikan yang disampaikan. Pemadaman harus segera diakhiri dan Selayar berhak mendapatkan layanan listrik yang layak sebagai bagian dari Indonesia yang merdeka.
