Logo Header

Viral ! SPBU Diduga Jual BBM Campur Air, Polisi Lakukan Penyelidikan

AP
AP Selasa, 29 Juli 2025 18:44
Viral ! SPBU Diduga Jual BBM Campur Air, Polisi Lakukan Penyelidikan

Wajahindonesia.co.id, Selayar – Berawal dari kepanikan sejumlah warga di Kabupaten Kepulauan Selayar setelah kendaraan mereka mendadak mogok usai mengisi BBM dari SPBU. Diduga kuat, BBM yang dijual tercampur air. Insiden ini memicu kekesalan warga yang kemudian ditumpahkan ke media sosial, hingga kemudian aparat Kepolisian turun tangan.

banner pemprov sulsel 2025

Aduan dan informasi masyarakat inij langsung ditindaklanjuti dengan inspeksi mendadak (sidak) oleh jajaran Polres Kepulauan Selayar pada Senin, 28 Juli 2025.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan indikasi serius adanya kontaminasi air dalam tangki BBM SPBU Barugaia.

“Kami sudah menemukan bukti awal. Pihak SPBU kami panggil untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar salah seorang petugas yang ikut sidak.

Kekesalan warga dituangkan ke media sosial. Foto dan video kendaraan mogok di sekitar SPBU menyebar luas, disertai kecaman keras terhadap manajemen SPBU.

Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Selayar, Mursalim, mengonfirmasi bahwa pihak SPBU mengakui tanggung jawab atas kerusakan kendaraan warga.

“Semua kendaraan yang rusak akan diganti rugi. Kami akan turun lagi besok untuk tindak lanjut,” katanya.

Albar, salah satu korban, mengungkapkan kekecewaannya usai mengisi BBM di SPBU tersebut saat mobilnya mogok.

“Ini parah! Mobil saya mogok setelah isi bensin. Ternyata isinya campuran bensin dan air. Harus keluar biaya besar untuk perbaikan.”

Kini kejadian tersebut menjadi sorotan publik. Polisi tengah mengusut penyebab utama tercampurnya air dalam BBM, termasuk kemungkinan kelalaian pihak pengelola SPBU.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan Pertamina untuk melakukan audit ketat terhadap seluruh SPBU di Kepulauan Selayar, agar kejadian yang merugikan warga ini tidak terulang.

Informasi lain yang diterima menyebut bahwa pihak Kepolisian melakukan penyelidikan atas kejadian ini. Namun belum ada informasi resmi terkait hasil penyelidikan.(Res)

AP
AP Selasa, 29 Juli 2025 18:44
Komentar