Logo Header

Merantau Puluhan Tahun, Pelaut Asal Makassar Bangun Masjid di Kampung Halaman

Redaksi
Redaksi Sabtu, 26 Juli 2025 00:28
Merantau Puluhan Tahun, Pelaut Asal Makassar Bangun Masjid di Kampung Halaman

WAJAHINDONESIA.CO.ID, MAKASSAR – Setelah lebih dari dua dekade mengarungi lautan sebagai pelaut, H. Suardi Dg. Naba (50) akhirnya kembali ke tanah kelahirannya di RW 06 Kaccia, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Kepulangannya kali ini bukan sekadar pulang biasa, melainkan untuk memenuhi cita-cita mulianya: membangun sebuah masjid sebagai bentuk bakti kepada kedua orang tuanya yang telah tiada.

banner pemprov sulsel 2025

Masjid tersebut berdiri di wilayah RW 09 Timbuseng, yang berbatasan langsung dengan kampung kelahirannya. Pagi tadi, Jumat (25/7/2025), H. Suardi didampingi sang istri, Hj. Sri Rahmawati Dg. Rella, serta keluarganya, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid.

Acara itu turut dihadiri Lurah Barombong Heru Nugraha, Imam Kelurahan Barombong Rahmat Idrus, Imam RW 06 Kaccia, para ketua RT/RW, serta warga sekitar.

Masjid tersebut diberi nama Masjid Al Munawwarah, yang berarti “bercahaya”. Nama itu dipilih sebagai penghormatan kepada mendiang ibundanya, yang menurut Suardi, memiliki makna dan arti yang serupa.

“Ini tanah peninggalan orang tua saya. Mereka sudah tiada, tapi saya ingin membalas jasa mereka. Nama mendiang ibu saya Cora Dg. Binto dan ayah saya Jalo Dg. Mappa. Semoga masjid ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir untuk mereka,” ujar Suardi dengan mata berkaca-kaca.

Suardi meninggalkan kampung halamannya sejak tahun 1993, saat usianya baru 18 tahun. Ia merantau ke Jakarta dengan harapan memperbaiki nasib. Awalnya, ia hanya bekerja serabutan sebelum akhirnya terjun ke dunia pelayaran.

“Awalnya belum langsung naik kapal. Saya ikut pelatihan dan berpindah-pindah kerja. Setelah masa praktek laut selesai, barulah saya mulai berlayar,” kenangnya.

Ketekunannya berbuah hasil. Setelah menempuh pendidikan pelayaran dan mengantongi sertifikasi, Suardi dipercaya menjabat sebagai Kepala Kamar Mesin di kapal-kapal besar. Ia sempat bekerja di PT Tanto di Surabaya, dan sebelumnya berlayar bersama perusahaan pelayaran Osor hingga menjelajahi pelabuhan-pelabuhan luar negeri.

Di perantauan pula ia menemukan pendamping hidupnya. Suardi menikahi Hj. Sri Rahmawati Dg. Rella pada tahun 1999 di Jakarta. Keduanya kini tinggal di Jalan Upaya Utara No. 73, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan dikaruniai beberapa anak — salah satunya kini tengah mengikuti jejak sang ayah sebagai pelaut.

Masjid Al Munawwarah dibangun di atas lahan seluas 6.000 meter persegi, dengan bangunan utama sekitar 1.000 meter persegi. Masjid ini dirancang untuk menampung hingga 200 jemaah, dan ditargetkan rampung dalam 1 tahun 8 bulan.

Namun Suardi berharap pembangunannya bisa selesai lebih cepat, agar segera dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

“Sekarang sudah banyak pemukiman dan perumahan di sekitar sini. Saya berharap masjid ini bisa menjadi pusat ibadah dan silaturahmi warga. Semoga semua bisa merasakan manfaatnya,” tuturnya.

Bagi Suardi, masjid ini bukan hanya simbol cinta kepada orang tua, tapi juga bentuk nyata kontribusinya untuk kampung halaman.

“Yang penting niat. Sedikit demi sedikit dari hasil kerja kalau diniatkan, insyaallah cukup. Semoga masjid ini membawa keberkahan, bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk semua warga,” imbuhnya.

Lurah Barombong, Heru Nugraha, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif H. Suardi membangun masjid tersebut. Ia bahkan terinspirasi untuk melakukan hal serupa.

“Saya berharap bisa mengikuti jejak H. Suardi Dg. Naba membangun masjid jika kelak diberikan rezeki,” ucap Heru.

Ia juga menitipkan pesan agar masyarakat sekitar turut menjaga masjid ini dengan baik.

“Semoga pembangunan Masjid Al Munawwarah ini membawa manfaat bagi semua lapisan masyarakat — dari anak-anak, dewasa, hingga orang tua,” tutup Heru.

 

Redaksi
Redaksi Sabtu, 26 Juli 2025 00:28
Komentar