Panen Raya Jagung di Maros Jadi Momentum Penguatan Swasembada dan Ketahanan Pangan Nasional

WAJAHINDONESIA.CO.ID, MAROS — Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan memenuhi target tanam jagung pada kuartal III 2025, Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Maros, Balai Pengujian dan Perakitan Tanaman Serealia, serta PT Bayer Indonesia menggelar Panen Raya Jagung di lahan petani binaan Kabupaten Maros.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan budidaya jagung, tetapi juga menandai penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan petani dalam mendukung swasembada jagung nasional melalui penggunaan benih unggul, transfer teknologi, dan kemitraan berkelanjutan.

Prof. Dr. Yusran, M.Si., yang hadir membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam mengakselerasi peningkatan produksi jagung di Indonesia.

“Pemerintah, pelaku usaha, dan produsen benih harus bersatu untuk mewujudkan swasembada jagung. Saya melihat langsung hasil panen varietas Dekalb 9209 C dari PT Bayer—tongkol besar, warna menarik, bobot tinggi. Ini yang dibutuhkan petani dan diinginkan industri,” jelas Yusran.

Menurutnya, kebijakan Kementerian Pertanian saat ini fokus pada peningkatan produksi melalui perluasan areal tanam, pemanfaatan benih unggul, optimalisasi pemupukan, serta mekanisasi pertanian secara intensif.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan menambahkan bahwa program cetak sawah dan swasembada bibit menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Kami mendorong petani memanfaatkan pupuk subsidi secara tepat dan terus mendorong penggunaan benih berkualitas. Kerja sama dengan pihak swasta seperti PT Bayer sangat kami apresiasi,” ucapnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Maros, Fadli, S.STP., juga memberikan dukungan atas komitmen Bayer dalam membina petani lokal.

“Kami menyambut baik kemitraan ini dan berharap terus diperkuat. Dampaknya nyata bagi peningkatan produktivitas petani di Maros,” kata Fadli.

Perwakilan PT Bayer Indonesia, Ical, menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan benih jagung berkualitas sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.

“Kami berharap pemerintah terus mendukung perluasan akses pasar dan membuka ruang evaluasi bersama atas produk-produk kami,” tutur Ical.

Haries, perwakilan Bayer bidang benih dan kualitas, turut menjelaskan keunggulan portofolio benih Dekalb yang ditanam dalam program ini:

  • Dekalb 09C: tahan bulai dan busuk batang, cocok untuk lahan datar.
  • Dekalb 19C: ideal untuk lahan miring dan menghasilkan biji berwarna.
  • Dekalb 95R: benih bioteknologi untuk mengatasi serangan gulma.
  • Dekalb 79C (segera hadir): panen cepat dengan daya simpan optimal.

Lebih dari sekadar produk, Bayer juga berkomitmen mengembangkan kapasitas petani, terutama generasi muda.

“Terima kasih kepada PT Bayer yang terus membuka ruang pelatihan untuk petani milenial. Kami siap mendukung masa depan pertanian Indonesia,” ucap salah satu ketua kelompok tani yang hadir.

Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia turut menyampaikan bahwa Bayer menjadi salah satu rujukan dalam pengujian benih berkualitas.

“Harapan kami, kerja sama ini berdampak pada keberlanjutan usaha tani dan memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen jagung,” ujarnya.

Panen Raya ini ditutup dengan demonstrasi lapangan hasil jagung varietas Dekalb 9209 C, yang menunjukkan kualitas tongkol dan produktivitas tinggi. Diharapkan kegiatan ini menjadi pemicu peningkatan luas tanam jagung di Sulawesi Selatan, khususnya dalam menyambut target tanam kuartal III 2025.

Ketua Sahabat Andalan, Rusmin Nur, yang turut hadir, menyampaikan bahwa produktivitas jagung ini merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan Presiden RI.

“Presiden telah menginstruksikan penghentian impor sejumlah komoditas strategis seperti beras, jagung, gula, dan garam. Tambahan produksi dari Sulsel memperkuat posisi provinsi ini sebagai lumbung pangan nasional,” ujar Rusmin.

Ia juga berharap panen raya ini menjadi momentum kebangkitan pertanian dan menjaga stabilitas ekonomi.

“Panen seperti ini harus menjadi motivasi kita bersama. Saya dorong sinergitas antara pemerintah, petani, dan dunia usaha terus diperkuat agar produksi pangan strategis seperti jagung bisa terus meningkat,” tutupnya.

Berita Terkait
Baca Juga