BPDP dan Ditjenbun Libatkan AKPY Latih Petani Sawit di Sulteng, Pemda Beri Tanggapan Positif

WAJAHINDONESIA.CO.ID, PALU – Sebanyak 226 petani sawit dari Kabupaten Morowali dan Morowali Utara mengikuti tiga jenis pelatihan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang digelar di Palu, Sulawesi Tengah, sejak 11 hingga 20 Juli 2025. Pelatihan ini meliputi Penguatan Kelembagaan Petani, Pengelolaan Sarana & Prasarana Perkebunan, serta Teknis Pemetaan Lokasi Kebun.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit yang diinisiasi oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian RI, dengan menggandeng Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) sebagai mitra pelaksana.

Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Ir. Simpra Tajang, M.Si, menyatakan dukungannya terhadap pelatihan tersebut yang dinilainya sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas petani sawit.

“Kegiatan pelatihan ini akan berdampak positif dalam meningkatkan pengelolaan kebun rakyat, baik dari sisi teknis seperti pemupukan dan pemetaan lahan, maupun kelembagaan petani. Apalagi, banyak dari peserta telah memiliki pengalaman bertahun-tahun, tetapi masih perlu pendalaman dalam pengelolaan sesuai standar,” jelasnya saat dihubungi pada Sabtu (19/7/2025).

Ia menambahkan bahwa pelatihan pemetaan lahan sangat penting agar petani mampu menggunakan alat pemetaan, melakukan pelacakan lahan (tracking), hingga menyusun peta kebun secara mandiri. Sementara, pelatihan kelembagaan akan memperkuat kemampuan petani dalam mengelola kelompok tani atau koperasi secara lebih efektif.

Sambutan positif juga datang dari Anwar Saimu, ST., M.Sc, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Morowali. Ia menilai pelatihan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan para petani sawit di wilayahnya.

“Petani sawit di Morowali sebagian besar sudah lama membudidayakan kelapa sawit, namun masih menghadapi tantangan dalam efisiensi pengelolaan. Karena itu, tiga jenis pelatihan ini sangat strategis untuk meningkatkan pengetahuan dan produktivitas mereka,” ujarnya.

Ia pun berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh bisa langsung diterapkan di kebun masing-masing.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Utara, Ir. Musda Guntur, M.M, juga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM petani sawit akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi lokal.

“Kami berharap pelatihan pemetaan dapat membantu petani dalam menghindari konflik lahan akibat tumpang tindih kepemilikan. Sedangkan melalui pelatihan kelembagaan, pengelolaan kebun secara kolektif melalui koperasi bisa lebih optimal,” ungkapnya dalam sambutan pada Kamis (17/7/2025).

Sebagai bagian dari pelatihan, para peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke kebun sawit milik PT Pasangkayu (Astra Agro Group) pada Sabtu (20/7/2025). Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan praktis kepada peserta mengenai pengelolaan kebun sawit berbasis standar industri.

Berita Terkait
Baca Juga