Logo Header

Tingkatkan Kompetensi Petani, BPDP dan Ditjenbun Dukung AKPY Latih Ratusan Petani Sawit Lutra

Redaksi
Redaksi Sabtu, 05 Juli 2025 14:46
Tingkatkan Kompetensi Petani, BPDP dan Ditjenbun Dukung AKPY Latih Ratusan Petani Sawit Lutra

WAJAHINDONESIA.CO.ID, MAKASSAR – Peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) petani sawit dinilai sangat penting untuk mendorong produktivitas, kualitas hasil, serta keberlanjutan usaha perkebunan kelapa sawit.

banner pemprov sulsel 2025

Petani yang memiliki keterampilan dan pengetahuan memadai diyakini mampu mengelola kebun secara efisien, serta siap menghadapi berbagai tantangan di sektor perkelapasawitan.

Atas dasar itulah, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian kembali menggelar program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS), bekerja sama dengan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) sebagai mitra pelaksana.

Pelatihan yang dilaksanakan AKPY di Kota Makassar, Jumat (4/7/2025) melibatkan 210 peserta yang merupakan petani sawit dari Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Kegiatan berlangsung selama lima hari, dari 4 hingga 9 Juni 2025, di Kota Makassar. Terdapat dua jenis pelatihan yang diberikan, yakni Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit (3 kelas) dan Pelatihan Panen & Pascapanen (4 kelas).

Direktur AKPY, Dr. Sri Gunawan, SP, MP, dalam sambutannya saat pembukaan pelatihan di Makassar menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kapasitas petani sawit nasional.

“Ini adalah wujud nyata komitmen BPDPKS dan Ditjenbun untuk memperkuat SDM petani sawit, salah satunya di Luwu Utara. Dengan pelatihan ini, kami ingin petani memahami praktik budidaya, panen, dan pascapanen yang baik dan benar sesuai standar,” jelasnya.

Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai aspek teknis dalam pengelolaan kebun sawit akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas petani.

Pelatihan ini dirancang secara komprehensif dengan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi yang berpengalaman di bidang perkelapasawitan.

Proses pembelajaran dilakukan secara interaktif, menggabungkan metode ceramah, diskusi, dan praktik. Selain itu, sesi ice breaking yang dipandu oleh tim outbound profesional dari Ilalang Adventure turut disisipkan guna menjaga semangat peserta.

“Metode pelatihan ini kami susun agar pengetahuan yang diberikan dapat dipahami, diserap, dan langsung diterapkan oleh para peserta di kebun masing-masing. Kami berharap peserta juga dapat menjadi agen perubahan di komunitas petani sawit mereka,” ujar Dr. Gunawan.

Sebagai tambahan wawasan, peserta juga dijadwalkan untuk melakukan kunjungan lapangan ke salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit (PTPN) di Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan ini bertujuan agar peserta dapat melihat langsung praktik budidaya dan panen yang sesuai standar industri.

Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara, Arifuddin, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan kepada petani dari wilayahnya untuk mengikuti pelatihan ini.

“Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap praktik budidaya kelapa sawit yang sesuai standar. Selama ini, masih banyak petani yang belum menerapkan teknik budidaya yang optimal, sehingga produktivitas kebun masih rendah, rata-rata hanya 3 ton CPO per hektar per tahun. Padahal, potensi produksi bisa mencapai 6 hingga 8 ton CPO per hektar per tahun,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kepala Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Luwu Utara, Syarifudin Sideng, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai langkah peningkatan daya saing petani.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap petani sawit dari Luwu Utara dapat memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan daya saing mereka. Ini penting untuk menjawab tantangan industri sawit, sekaligus mendukung program hilirisasi sawit yang sedang digencarkan oleh pemerintah pusat,” tuturnya.

Redaksi
Redaksi Sabtu, 05 Juli 2025 14:46
Komentar