Tangis di Balik Abu: Rumah Nenek Hafiah Ludes Terbakar, Kapolres Gowa Berjanji Bangunkan Rumah Baru
WAJAHINDONESIA.CO.ID, GOWA — Di tengah gelapnya malam dan kobaran api yang meluluhlantakkan segalanya, seorang nenek renta hanya bisa pasrah melihat rumah satu-satunya dilahap si jago merah. Peristiwa memilukan itu terjadi di Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, pada Rabu dini hari (2/7/2025). Rumah panggung semi permanen milik Hafiah Dg. Kanang (75) rata dengan tanah, menyisakan puing, tangis, dan trauma.
Namun, di balik abu dan kepedihan, secercah harapan mulai menyala. Jajaran Polres Gowa bersama Bhayangkari Cabang Gowa hadir langsung ke lokasi membawa bantuan dan janji untuk membangun kembali rumah sang nenek.
Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman bersama sang istri, Ketua Bhayangkari Cabang Gowa, Dessy Aldy, meninjau langsung lokasi kebakaran dan menyapa Hafiah serta keluarganya dengan mata berkaca-kaca.
“Kami tidak hanya datang membawa sembako. Kami datang membawa harapan baru. Insyaallah, rumah baru untuk Ibu Hafiah akan segera dibangun bersama Pemkab Gowa dan Kodim,” tegas AKBP Aldy, Jumat (4/7/2025).
“Peletakan batu pertama rencananya akan dilakukan Selasa pekan depan, melalui program Bantuan Rumah Sinergitas.”
Tak hanya membawa logistik, kehadiran mereka juga menjadi pelipur lara bagi Hafiah dan keluarga yang masih trauma. Ketua Bhayangkari Cabang Gowa, Dessy Aldy, menuturkan rasa prihatin yang mendalam.
“Kondisi di lokasi sungguh memilukan. Tak ada satu barang pun yang tersisa. Kami hadir untuk memberikan dukungan moril dan materil, agar keluarga ini bisa bangkit dari musibah,” ujar Dessy.
Ia juga mengajak masyarakat Gowa untuk bergandengan tangan, menyokong sesama yang tengah dirundung musibah. “Hari ini kami memberi, besok semoga lebih banyak yang tergerak. Gowa harus jadi rumah bagi kepedulian.”
Sementara itu, Hafiah Dg Kanang tak kuasa membendung air matanya saat menerima bantuan. Tangisnya pecah di pelukan Ketua Bhayangkari, penuh rasa syukur yang sulit diungkapkan dengan kata.
“Alhamdulillah… Saya tidak tahu harus berkata apa. Terima kasih… Kapolres, Ibu Bhayangkari, Ibu Bupati… Semoga Allah balas semua kebaikan ini,” ucap Hafiah dengan suara bergetar, air mata tak henti mengalir di pipinya yang keriput.
Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik saat seluruh penghuni rumah tengah tertidur lelap. Di saat genting itu, cucu Hafiah, Mangka (32), menunjukkan keberanian luar biasa. Ia nekat menerobos kobaran api demi menyelamatkan nenek dan ibunya.
“Saya pikir, kalau harus terbakar bersama pun tak apa, asal mereka bisa keluar lebih dulu,” ujar Mangka, menahan perih di tangan yang masih terluka. Ia sempat terjebak dan melompat dari jendela, sebelum kembali masuk untuk memastikan keluarganya selamat.
Meski kehilangan seluruh harta benda, keluarga Hafiah bersyukur nyawa mereka masih utuh. Kini, mereka menumpang di rumah tetangga sembari menanti proses pembangunan rumah baru yang dijanjikan.