
Kisah Inspiratif Ibu Andi Silviah: Pegawai Negeri yang Menginspirasi Lewat Semangat Berwirausaha
WAJAHINDONESIA.CO.ID, BULUKUMBA – Di tengah kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bulukumba, Andi Silviah membuktikan bahwa menjadi abdi negara tidak menghalanginya untuk turut berkontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan.

Wanita yang akrab disapa Evi ini, menjadi sosok inspiratif yang menggabungkan dedikasi terhadap tugas negara dengan semangat kewirausahaan. (1/Juli/2025).
Memanfaatkan waktu istirahat di sela-sela jam kerja, Ibu Evi secara konsisten membuka usaha mikro dengan nama Evinadwah, sebuah box makanan dan minuman yang kini menjadi bagian dari kantin di Kantor Sekretariat Daerah Bulukumba. Usaha ini tidak hanya menjadi ladang rezeki tambahan, tetapi juga menjadi bentuk nyata keberpihakan pada semangat kemandirian ekonomi.
“Saya percaya, waktu istirahat bukan berarti berhenti berkarya. Selama tidak mengganggu tugas pokok, saya ingin menjadikan usaha kecil ini sebagai bentuk kontribusi positif bagi lingkungan kantor,” tutur Evi dengan senyum hangatnya.
Lebih dari sekadar usaha, Evinadwah adalah simbol ketekunan, ketulusan, dan tanggung jawab. Produk-produk yang dijual dipastikan bersih, sehat, dan mematuhi standar kehalalan makanan dan minuman, sejalan dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat Bulukumba. Komitmen ini menjadi prinsip utama Evi dalam menjaga kepercayaan konsumen yang tidak lain adalah rekan-rekan sesama ASN dan tamu kantor.
Tak jarang, jajanan dari Evinadwah menjadi andalan dalam berbagai kegiatan internal, rapat, hingga sekadar teman ngopi sore hari. Dari gorengan hangat, kue tradisional, hingga minuman segar, semuanya disiapkan dengan penuh cinta dan tanggung jawab.
Kisah perjuangan Evi adalah refleksi nyata bahwa semangat UMKM bisa tumbuh di mana saja, bahkan di tengah birokrasi pemerintahan. Ia menjadi contoh bagi banyak ASN muda, bahwa wirausaha bukanlah hal yang tabu, melainkan jalan pemberdayaan ekonomi yang mulia, selama dilakukan secara profesional dan tidak mengganggu kewajiban sebagai pelayan publik.
“Ibu Evi adalah teladan ASN yang tidak hanya disiplin dalam tugas, tetapi juga mampu menjadi inspirasi dalam pengembangan ekonomi mandiri. Komitmen beliau untuk menjaga kualitas produk dan etika berjualan di lingkungan kerja patut diapresiasi,” ujar salah satu rekannya di Bagian Umum Sekretariat Daerah.
Langkah kecil Evi membuktikan bahwa perempuan bisa berdaya di mana pun ia berada. Ia tidak hanya bekerja untuk negara, tetapi juga untuk keluarganya, dan untuk kemandirian ekonomi daerah. Di tengah tantangan zaman, sosok seperti Andi Silviah adalah harapan bagi lahirnya ASN-ASN berjiwa enterpreneur yang tangguh, inovatif, dan tetap menjunjung tinggi integritas.
⸻
Penutup:
Ruang kantor bukan sekadar tempat menjalankan birokrasi. Bagi Ibu Evi, ruang kantor adalah juga ladang berkah. Dari tangan-tangan ASN seperti dirinya, kita belajar bahwa kerja keras dan tekad bisa berjalan beriringan dengan semangat pelayanan. Evinadwah bukan sekadar box makanan — ia adalah lambang perjuangan.
Mari kita dukung dan apresiasi setiap langkah kecil yang berdampak besar. Karena dari meja kantor, dari balik dapur sederhana, dan dari tangan-tangan penuh dedikasi — lahir perubahan yang bermakna untuk Bulukumba yang lebih mandiri
