Mukernas IV Permabudhi 2025: Tiga Wakil Menteri RI Hadiri dan Dukung Gerakan Eco Dhamma
WAJAHINDONESIA.CO.ID, MAKASSAR — Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) yang digelar pada 27–29 Juni 2025 di Hotel Aston Makassar berjalan sukses dan penuh makna.
Dengan tema “Sinergi Harmoni Permabudhi Peduli Bumi,” acara ini menegaskan komitmen umat Buddha Indonesia untuk berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kehadiran tiga Wakil Menteri Republik Indonesia menambah semarak acara ini, yakni Wakil Menteri Agama RI, Romo H. R. Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Yuliot Tanjung, dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Diaz Hendropriyono
Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh pejabat tinggi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar, termasuk Gubernur Sulsel, Panglima Lantamal VI, Walikota Makassar, serta Dandim Kota Makassar, bersama dengan tokoh-tokoh lintas agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulsel.
Mukernas IV dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Agama RI, Romo H. R. Muhammad Syafi’i, yang memberikan apresiasi terhadap kontribusi aktif Permabudhi dalam mendukung program Eco-TheologyKementerian Agama RI.
Dalam sambutannya, Romo Syafi’i menyatakan, “Permabudhi tidak hanya hadir dalam ranah keagamaan, tetapi juga menjadikan spiritualitas sebagai kekuatan moral dalam merawat bumi.”
Pada sesi talkshow, Wakil Menteri ESDM RI, Yuliot Tanjung, menyoroti pentingnya tata kelola energi yang adil dan berkelanjutan. Beliau juga menekankan potensi besar pengelolaan sampah menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan.
Mukernas IV juga menjadi momen bersejarah dengan peluncuran Gerakan Eco Dhamma, yang bertujuan mengajak umat Buddha untuk lebih sadar ekologis. Gerakan ini diluncurkan dengan tagline “Wisdom. Action. Nature.” dan mencakup dua program utama yakni INECS (Interfaith Eco Dhamma Conference for Sustainability): Forum tahunan lintas agama untuk keberlanjutan dan Vanaropa Award: Penghargaan dua tahunan untuk individu atau komunitas yang berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.
Mukernas IV ditutup oleh Wakil Menteri LHK, Diaz Hendropriyono, yang mengapresiasi gerakan ekologis Permabudhi. Dalam penutupan tersebut, beliau menegaskan bahwa ajaran agama dan nilai-nilai spiritual dapat menjadi kekuatan besar dalam menjaga bumi.
Sebagai langkah lanjut, Permabudhi juga mengumumkan rencana Musyawarah Nasional III (Munas) Permabudhiyang akan digelar pada 21–25 Agustus 2026 di Banten, serta pengadaan Gedung Kantor Pusat Permabudhi di Jakarta atau sekitarnya.
Permabudhi semakin memperlihatkan komitmennya untuk terus aktif dalam memajukan umat Buddha di Indonesia, melalui sinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga alam dan memperkokoh kerukunan antar umat beragama.