Guru SD di Bone Diberi Pelatihan Kelola Kantin Sehat untuk Dukung Gizi Anak Sekolah
WAJAHINDONESIA.CO.ID – Tim Pengabdi PNBP Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar pelatihan penerapan kantin sehat bagi guru Sekolah Dasar (SD) di Gugus 1 Kecamatan Mare, Kabupaten Bone.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 14 Juni 2025, di Ruang Pertemuan Kelompok Kerja Guru Gugus 1 SD Negeri 242 Padaelo ini diikuti oleh 20 peserta perwakilan dari tujuh sekolah dasar setempat.
Hadir dalam acara tersebut Ketua Gugus 1 Kecamatan Mare Hj. Nurdaliah, S.Pd., Ketua Kelompok Kerja Sekolah (K3S) Hasanuddin, S.Pd., M.Pd., serta sejumlah kepala sekolah dari SDN 242 Padaelo, SD Inpres 10/73 Padaelo, SDN 298 Tellongeng, SDN 239 Tellongeng, SDN 244 Lapasa, SDN 236 Karella, dan SD Inpres 6/86 Batugading.
Pelatihan ini digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman guru tentang pentingnya penyediaan makanan sehat di lingkungan sekolah.
Ketua K3S Kecamatan Mare, Hasanuddin, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Bone yang saat ini gencar mendorong peningkatan gizi anak sekolah. “Kantin sehat menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut,” ujarnya.
Senada dengan hal itu, Ketua Gugus 1 Kecamatan Mare, Hj. Nurdaliah, mengapresiasi kolaborasi dengan UNM dan berharap ilmu yang didapat dapat diimplementasikan di masing-masing sekolah. “Saya berharap peserta bisa menyebarluaskan pengetahuan ini tidak hanya kepada siswa, tetapi juga warga sekolah dan keluarga,” katanya.
Selama pelatihan, Tim Pengabdi FIP UNM yang dipimpin Drs. H. Muliadi, M.Kes., memberikan materi seputar pengelolaan kantin sehat, termasuk penyusunan menu bergizi sesuai kebutuhan anak sekolah.
Peserta kemudian dibagi ke dalam kelompok untuk berdiskusi dan merancang menu mingguan yang memenuhi standar kesehatan. Mereka juga melakukan simulasi penyusunan menu seimbang serta evaluasi langsung terhadap kondisi kantin di sekolah mereka.
Menurut salah seorang peserta, pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman baru tentang pentingnya kantin sehat dalam mendukung prestasi dan kesehatan siswa. “Kami jadi lebih paham bagaimana menyajikan makanan yang tidak hanya enak, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi anak,” ujarnya.
Drs. H. Muliadi, M.Kes., selaku ketua tim pengabdi, berharap kegiatan ini dapat mendorong konsistensi penerapan prinsip kantin sehat di seluruh sekolah dasar di Gugus 1 Kecamatan Mare. “Dengan kantin yang sehat, kita turut mendukung tumbuh kembang dan prestasi akademik siswa,” tegasnya.
Kegiatan diakhiri dengan kunjungan lapangan ke kantin sehat SD Inpres 10/73 Padaelo dan SD Negeri 242 Padaelo, serta foto bersama sebagai bentuk komitmen seluruh pihak untuk mewujudkan kantin sekolah yang berkualitas.
Beberapa dokumentasi kegiatan menunjukkan antusiasme peserta selama pelatihan, mulai dari sesi diskusi, penyusunan menu, hingga presentasi hasil kerja kelompok.
Pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung program pemerintah daerah dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang bagi anak sekolah. Ke depan, diharapkan semakin banyak sekolah yang menerapkan prinsip kantin sehat demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan produktif.