Tragedi Siswa SD di Makassar, Dewan Desak Penguatan Pendidikan Karakter
WAJAHINDONESIA.CO.ID, MAKASSAR – Kematian tragis seorang siswa kelas 6 SD berinisial MRA (15) di Makassar, yang diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah teman sebayanya, mengundang keprihatinan berbagai pihak, termasuk kalangan legislatif Kota Makassar.
Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Muchlis Misbah, menyampaikan langsung belasungkawa kepada keluarga korban saat mengunjungi rumah duka. Politikus Fraksi Mulia itu menilai insiden ini sebagai tamparan keras bagi dunia pendidikan.
“Ini sungguh menyayat hati. Kami berharap kejadian seperti ini tak terulang lagi. Dunia pendidikan, khususnya para pendidik, harus lebih serius memberi perhatian terhadap perilaku siswa di sekolah,” kata Muchlis kepada wartawan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi prioritas, sejalan dengan pembelajaran akademik. Guru, menurutnya, memegang peran penting dalam membentuk moral anak sejak dini.
“Pendidikan bukan hanya soal nilai. Guru harus aktif membina sikap dan perilaku anak-anak. Ini bagian dari tanggung jawab moral yang tak kalah penting,” ujarnya.
Muchlis juga mendorong aparat kepolisian untuk segera mengungkap dan memproses hukum para pelaku.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberi ketabahan, dan pelaku segera ditangkap serta diproses sesuai hukum,” tutupnya.