
Menanamkan Akhlak Sejak Dini, SDIT Wahdah Islamiyah Gowa Kukuhkan 82 Lulusan dalam Momen Penuh Haru
WAJAHINDONESIA.CO.ID, GOWA – SDIT Wahdah Islamiyah Gowa kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi cerdas dan berakhlak mulia melalui kegiatan Silaturahmi Wisuda & Penamatan Angkatan VIII yang digelar di lingkungan sekolah dengan tema “Cerdas dengan Ilmu, Mulia dengan Al Qur’an.”

Dalam acara yang berlangsung khidmat dan penuh haru tersebut, sebanyak 82 siswa resmi ditamatkan setelah menyelesaikan masa belajar selama enam tahun. Lebih dari sekadar perpisahan, momen ini menjadi refleksi keberhasilan sekolah dalam membangun karakter siswa berdasarkan nilai-nilai keislaman, khususnya dalam penguatan akhlak dan cinta terhadap Al-Qur’an.
Muhammad Afzal Al Kharic Asdar, salah satu lulusan yang menyita perhatian, dinobatkan sebagai Terbaik 1 Hafalan Al-Qur’an dengan capaian 5 juz, Terbaik 1 Peserta Didik, sekaligus Terbaik Umum Bidang Akademik. Dalam pidatonya, Afzal mengungkapkan rasa bangganya karena telah tumbuh dan belajar di lingkungan yang tak hanya menanamkan ilmu, tetapi juga kasih sayang dan akhlak.
“Kami diajarkan untuk selalu mengutamakan akhlak sebelum ilmu, karena ilmu tanpa adab hanyalah kesombongan,” ucap Afzal dengan suara haru. Ia juga menyampaikan doa tulus untuk para ustadz dan ustazah yang selama ini mendampingi mereka dengan penuh kesabaran.
Kepala SDIT Wahdah Islamiyah Gowa, Ruslan, S.S., S.Pd.I., M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya penamatan siswa, tetapi juga ajang silaturahmi antara sekolah dan orang tua.
“Anak-anakku, jangan lupakan SDIT Wahdah Islamiyah Gowa. Kami menunggu kalian datang kembali 7-10 tahun ke depan sebagai pribadi sukses, sebagai bentuk buah dari pendidikan berbasis akhlak dan Qur’an yang kalian terima di sini,” ujarnya penuh harap.
Acara yang diselenggarakan secara sederhana ini berlangsung lancar berkat kolaborasi erat antara guru, panitia, dan orang tua. Kegiatan ini bukan hanya menandai akhir dari perjalanan belajar di tingkat dasar, tetapi juga awal dari perjalanan baru dengan bekal ilmu dan nilai-nilai mulia yang telah ditanamkan selama enam tahun.
