
Wisuda ala Bajak Laut, ITB Nobel Indonesia Ajak Wisudawan Temukan ‘One Piece’ Hidupnya
WAJAHINDONESIA.CO.ID, MAKASSAR – ITB Nobel Indonesia kembali mencuri perhatian publik dengan menghadirkan pengalaman wisuda yang tak biasa. Selama tiga tahun terakhir, kampus ini dikenal inovatif dalam menyuguhkan konsep wisuda yang unik—dan tahun ini, mereka membuktikannya lagi.

Pada Wisuda Sarjana ke-XXII dan Pascasarjana ke-XV yang digelar tahun ini, ITB Nobel Indonesia mengangkat tema animasi legendaris One Piece. Suasana pun berubah layaknya dunia bajak laut: panggung didesain menyerupai kapal pinisi, lengkap dengan sorotan lampu yang dramatis dan visual monitor yang menampilkan jajaran dosen serta panitia berkostum ala kru Topi Jerami. Wisuda ini pun lebih mirip sebuah pertunjukan spektakuler daripada seremoni akademik biasa.
Rektor ITB Nobel Indonesia, Dr. Ir. H. Badaruddin, S.T., M.M., IPU, ASEAN Eng., menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan menyelenggarakan wisuda yang tidak hanya megah, tetapi juga bermakna.
“Tahun ini kita mewisuda 306 orang dari dua fakultas, yakni Fakultas Teknologi dan Bisnis serta Fakultas Pascasarjana. wisuda ini terasa istimewa karena turut meluluskan alumni dari tiga program studi: Sistem dan Teknologi Informasi (S.Kom), Magister Manajemen dan Kewirausahaan (M.Bns), serta Keuangan Publik (M.E),” jelasnya.
Lebih dari sekadar tema visual, konsep One Piece membawa filosofi yang dalam. Menurut Badaruddin, One Piece bukan hanya tentang harta karun, melainkan simbol perjalanan, persahabatan, dan pencarian jati diri.
“Dalam dunia pendidikan, kita semua adalah pelaut yang tengah menempuh samudera ilmu. Proses belajar adalah lautan luas penuh tantangan, dan wisuda adalah salah satu pelabuhan penting dalam perjalanan itu,” ungkapnya di hadapan para wisudawan.
Ia menambahkan bahwa sebagaimana Luffy dan krunya tidak bisa mengarungi petualangan tanpa kerja sama dan kepercayaan, para mahasiswa pun telah belajar pentingnya kolaborasi, berbagi ide, dan membangun jaringan selama kuliah.
“Hari ini, saat Bapak/Ibu menerima gelar dan siap melangkah ke babak baru kehidupan, ingatlah: layaknya Luffy yang terus berlayar mencari One Piece, kita juga harus terus mengejar mimpi, berani menghadapi tantangan, dan tidak takut mengambil risiko,” tegas Badaruddin.
Ia pun menutup pidatonya dengan pesan mendalam: “Harta karun sejati bukan hanya pencapaian akademis, tetapi pertumbuhan pribadi, hubungan yang telah terjalin, dan kontribusi nyata yang akan Bapak/Ibu berikan kepada masyarakat.”
