
Kisruh Pengelolaan Anggaran dan Dugaan Pungli Di PKM Bontoharu?
WAJAHINDONESIA.CO.ID,KEPULAUAN SELAYAR – Puskesmas Bontoharu di Kepulauan Selayar menjadi sorotan akibat dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang melibatkan Kepala Puskesmas (Kapus) dan bendaharanya. Mereka diduga melakukan pemotongan sebesar 19% dari anggaran setiap program kegiatan dengan alasan loyalitas kepada pimpinan.

Selain itu terdapat tuduhan bahwa pegawai, termasuk ASN, PHL, dan tenaga sukarela, diminta memberikan sumbangan berkedok pungli.
Menanggapi tuduhan ini Kapus Bontoharu Venti Sundari, bersama Bendahara Nirmala, membantah keras adanya praktik pungli di instansi mereka.
Mereka menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merasa dirugikan oleh pemberitaan yang beredar. Menurut mereka anggaran yang dikelola adalah Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebesar Rp. 809.299.000 yang digunakan untuk membiayai program termasuk kegiatan Dinas Kesehatan.
Mereka juga menegaskan bahwa dana setiap program tidak pernah dicairkan langsung ke bendahara melainkan melalui aplikasi di Kementerian sehingga mereka tidak memegang dana tersebut secara langsung.
Meskipun demikian mereka tidak memberikan penjelasan rinci mengenai pihak yang melakukan pemotongan anggaran program tersebut.
ini masih memerlukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dari kedua belah pihak.
