
Pengusaha Berinisial ASS Diburu, Diduga Otak Produksi Uang Palsu di Gowa
WAJAHINDONESIA.CO.ID, GOWA – Baru-baru ini sindikat peredaran uang palsu terungkap di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kasus ini melibatkan 17 tersangka termasuk Kepala Perpustakaan UIN Alauddin berinisial AI yang diduga menyediakan fasilitas untuk produksi uang palsu di dalam kampus.

Menurut Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, sindikat ini telah beroperasi sejak tahun 2010 dan kembali aktif pada Juni 2022. Mereka memproduksi uang palsu pecahan Rp100.000 menggunakan mesin cetak yang dimodifikasi dan ditempatkan di perpustakaan kampus. Total barang bukti yang disita mencakup 4.927 lembar uang palsu pecahan Rp100.000 yang sudah terpotong, serta 1.369 lembar kertas bergambar uang pecahan yang sama yang belum terpotong.
Selain AI tersangka lainnya termasuk pegawai bank BUMN, pengusaha, dosen, dan PNS. Salah satu tersangka yang masih dalam pengejaran adalah seorang pengusaha berinisial ASS yang diduga menjadi otak produksi uang palsu dan menyediakan dana untuk bahan baku serta alat produksi.
Kasus ini terungkap setelah penangkapan seorang anggota sindikat berinisial K pada 26 November 2024 di Kecamatan Pallangga, Gowa, yang kedapatan melakukan transaksi menggunakan uang palsu. Penyelidikan lebih lanjut mengarah pada pengungkapan jaringan yang lebih luas termasuk keterlibatan oknum di lingkungan kampus UIN Alauddin Makassar.
Polda Sulawesi Selatan juga sedang menyelidiki kemungkinan keterkaitan sindikat ini dengan jaringan internasional, mengingat kompleksitas dan skala operasi mereka.(AP)
