Logo Header

Partisipasi Pemilih Pilkada Serentak 2024 di Sulsel Tertinggi dalam Satu Dekade

Redaksi
Redaksi Senin, 09 Desember 2024 22:28
Partisipasi Pemilih Pilkada Serentak 2024 di Sulsel Tertinggi dalam Satu Dekade

WAJAHINDONESIA.CO.ID, MAKASSAR – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Pilgub Sulsel) 2024 mencatatkan sejarah baru dengan tingkat partisipasi pemilih tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

banner pemprov sulsel 2025

Berdasarkan hasil rekapitulasi yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, pada Minggu (8/12/2024), angka partisipasi pemilih mencapai 71,5%, meningkat dari 69,52% pada Pilgub 2018.

Pada Pilgub Sulsel 2024, pasangan nomor urut 1, Moh Ramdhan Pomanto dan Azhar Arsyad, meraih 1.600.029 suara.

Sementara itu, pasangan nomor urut 2, Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi, unggul dengan 3.014.255 suara. Perolehan suara ini berdasarkan Berita Acara dan Sertifikat Model D.HASIL PROV-KWK-Gubernur.

KPU Sulsel juga merilis data teknis partisipasi pemilih yang dihitung dari jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih, yakni 4.795.737, dibandingkan dengan total Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK), yang berjumlah 6.708.343.

Anggota KPU Sulsel Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, Hasruddin Husain, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan yang tertinggi dalam tiga periode Pilgub terakhir, yakni 2013, 2018, dan 2024.

“Peningkatan partisipasi ini menjadi bukti bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemilu dalam menentukan arah pembangunan daerah,” ujarnya.

Sebagai bagian dari Pilkada Serentak 2024, tiga kabupaten/kota di Sulawesi Selatan mencatatkan tingkat partisipasi pemilih tertinggi. Kabupaten Enrekang menempati posisi pertama dengan partisipasi sebesar 81,17%, diikuti oleh Kota Parepare dengan 80,84%, dan Kabupaten Soppeng sebesar 78,91%.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari strategi masif dan inovatif yang diterapkan oleh KPU Sulsel bersama 24 kabupaten/kota serta 313 kecamatan.

Beragam program kreatif dilakukan untuk menggerakkan partisipasi masyarakat, seperti Cafe Demokrasi, KKN Tematik, Pilkada RUN yang meraih rekor MURI, karnaval maskot, hingga kemah demokrasi.

KPU juga menyelenggarakan festival seni budaya dan UMKM, sosialisasi bersama komunitas seperti musisi jalanan dan pecinta alam, serta kampanye kreatif seperti Car Free Day Ayo ke TPS, Debat Pelajar Se-Sulsel, dan lomba selfie di TPS.

Program-program ini melibatkan berbagai segmen masyarakat, termasuk pemilih disabilitas, pemula, pemuda, dan komunitas keagamaan.

Dukungan dari mitra strategis seperti forkopimda, media, dan perguruan tinggi di Makassar maupun luar Makassar juga menjadi kunci keberhasilan.

Dengan capaian ini, KPU Sulsel optimis bahwa pola sosialisasi yang terstruktur dan inovatif dapat menjadi model bagi peningkatan partisipasi di masa mendatang.

“Kami akan terus berinovasi dan menjangkau seluruh segmen masyarakat agar partisipasi pemilih tidak hanya meningkat, tetapi juga menjadi lebih berkualitas,” tutup Hasruddin.

Redaksi
Redaksi Senin, 09 Desember 2024 22:28
Komentar