
Kadisdik Makassar Buka Kegiatan Pengembangan Kurikulum Terintegrasi Sekolah Ramah Anak
WAJAHINDONESIA.CO.ID, MAKASSAR – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Makassar, Muhyiddin, membuka kegiatan Pengembangan Kurikulum Terintegrasi Sekolah Ramah Anak untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) di Hotel Karebosi Premiere, Jumat (22/11/2024).

Kadisdik hadir didampingi Ketua Aktivis Difabel Sulawesi Selatan dan Ketua Tim Unit Layanan Disabilitas (ULD) Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Kegiatan ini bertujuan untuk merancang kurikulum yang mendukung terciptanya sekolah ramah anak, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Dengan pendekatan ini, sekolah diharapkan dapat menjadi lingkungan yang inklusif, aman, dan nyaman bagi semua siswa tanpa diskriminasi.
Dalam sambutannya, Muhyiddin menegaskan komitmen Dinas Pendidikan Makassar untuk terus mendorong terciptanya pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
“Sekolah ramah anak bukan hanya sebuah konsep, tetapi sebuah keharusan. Kita ingin memastikan setiap anak di Makassar, termasuk anak-anak difabel, memiliki hak yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya dalam lingkungan yang mendukung,” ujar Muhyiddin.
Ketua Aktivis Difabel Sulsel menyampaikan apresiasi atas perhatian Dinas Pendidikan terhadap isu inklusivitas. Ia juga menggarisbawahi pentingnya pelibatan semua pihak, mulai dari guru hingga orang tua, dalam mewujudkan sekolah ramah anak.
“Ini langkah besar untuk menciptakan pendidikan yang lebih manusiawi dan inklusif. Dengan kurikulum yang terintegrasi, kita harapkan tidak ada lagi anak yang merasa tertinggal atau tersisih di sekolah,” katanya.
Kegiatan ini diikuti oleh kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik dari berbagai SD di Makassar. Para peserta mendapatkan pelatihan tentang prinsip-prinsip sekolah ramah anak, teknik pembelajaran inklusif, serta metode untuk mendukung anak berkebutuhan khusus.
Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan di seluruh sekolah dasar di Makassar, sehingga mampu menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter empati dan inklusivitas.
