Logo Header

Kadisdik Makassar Buka Penamatan Peserta Pendidikan Kesetaraan Inklusif Bagi OYPMK Tahun 2024

Redaksi
Redaksi Kamis, 14 November 2024 13:56
Kadisdik Makassar Buka Penamatan Peserta Pendidikan Kesetaraan Inklusif Bagi OYPMK Tahun 2024

WAJAHINDONESIA.CO.ID, MAKASSAR – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Makassar, Muhyiddin, secara resmi membuka acara penamatan peserta pendidikan kesetaraan inklusif bagi Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) untuk program Paket A, B, dan C tahun 2024. Acara tersebut digelar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Biringkanaya pada Kamis (14/11/2024).

banner pemprov sulsel 2025

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Perkumpulan Keluarga Peduli Sosial Sejahtera (PKPSS) dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar, sebagai bagian dari upaya menciptakan akses pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk bagi OYPMK.

Dalam sambutannya, Muhyiddin menyampaikan apresiasi terhadap program ini yang menjadi bukti nyata komitmen pemerintah kota dalam memastikan tidak ada yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikan.

“Pendidikan adalah hak semua orang, tanpa terkecuali. Program ini adalah langkah nyata untuk memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita, OYPMK, agar dapat meraih pendidikan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar Muhyiddin.

Sebanyak 50 peserta dari berbagai jenjang Paket A, B, dan C berhasil menyelesaikan pendidikan mereka melalui program ini. Para peserta juga mendapat pendampingan khusus selama proses belajar agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Ketua PKPSS, dalam kesempatan yang sama, mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar atas dukungan yang telah diberikan.

“Kolaborasi ini membuktikan bahwa pendidikan inklusif bukan hanya wacana, tetapi bisa diwujudkan dengan kerja sama yang baik,” ungkapnya.

Acara penamatan ini berlangsung khidmat dengan berbagai penampilan kreatif dari para peserta, sebagai bukti bahwa mereka mampu berkembang dan berkontribusi meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan inisiatif serupa, sehingga pendidikan dapat dirasakan oleh semua kalangan tanpa diskriminasi.

Redaksi
Redaksi Kamis, 14 November 2024 13:56
Komentar