Muchlis Misbah Ajak Warga Amalkan Isi Kandungan Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup
WAJAHINDONESIA.CO.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis Misbah mengajak masyarakat untuk senantiasa mengamalkan kandungan ayat dalam Al-Qur’an, bukan cuma sekadar membacanya.
Hal demikian disampaikan Muchlis Misbah saat menggelar sosialisasi penyebarluasan Perda nomor 1 tahun 2012 tentang Pendidikan Baca Tulis Al-Qur’an, di Hotel Grand Maleo Makassar, Selasa (27/6/2023).
Menurutnya, cara mengamalkan kandungan ayat dalam Al-Qur’an di kehidupan sehari-hari tidak harus dalam sebuah forum ceramah atau majelis dakwah dan ilmu.
“Menurut saya yang paling penting adalah Al-Qur’an itu bukan cuma untuk dibaca tapi harus dipraktekkan, bukan cuma kepada anak-anak tapi para orang tua juga,” ujarnya.
Sehingga, kata Muchlis Misbah, tujuan dibentuknya Perda tersebut mampu terealisasi dengan baik dan tepat sasaran terhadap kualitas manusia yang berakhlak dan wawasan Qurani.

“Inilah sebenarnya tujuan lahirnya Perda pendidikan baca tulis Al-Qur’an adalah untuk membentuk akhlak yang mulia dari setiap umat, serta mendidik insan yang berakhlak,” ungkap Legislator Partai Hanura ini.
Sebagai narasumber sosialisasi Perda, Ustadz Andi M Natsir memaparkan bahwa pentingnya memahami konsep baca tulis Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita dianjurkan jadi orang bermanfaat, sejak lahir butuh dengan orang. Maka konsep yang ada di mindset kita bagaimana kedepan bisa membantu orang,” paparnya.
Sebab saat ini, menurut Natsir, situasi kehidupan bermasyarakat telah mengalami degradasi akhlak dan degradasi moral yang ada di lingkungan sekitar.
“Makanya kalau kita mau memaknai perda ini bagaimana setiap pendidik atau guru TPA, pesantren, bagaimana caranya meningkatkan kualitas peserta didik,” katanya.

“Karena mengaji itu bukan sampai pintar, tapi sampai mati. Untuk meningkatkan upaya tersebut bagaimana memberikan ruang untuk anak dan dituntun paling tidak mau mengaji dulu kemudian membiasakan,” tambah Nasir.
Sementara itu, Ustadz Abdul Haris Dg. Sallang menyampaikan Al-Qur’an adalah pedoman hidup dan penuntun bagi umat Islam, maka jika ingin hidup bahagia dan sukses maka kuncinya belajar dan mengamalkan Al-Qur’an.
“Yang paling sangat dibutuhkan oleh kita semua adalah persatuan dan kebersamaan, kebahagiaan dunia dan akhirat dengan banyak-banyak membaca dan mengamalkan Al-Qur’an,” jelasnya.
Karena itu, Abdul Haris berharap masyarakat berpegang teguh pada prinsip agama Allah dengan menjadika Al-Qur’an sebagai pedoman, apapun yang dijalani dalam kehidupan sehari-hari.
“Petunjuk dan kasih sayang itu nyata dari Allah. Yang mana dikatakan orang yang berbuat kebaikan, dialah orang yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, semua itu pedomannya dari Al-Qur’an,” pungkasnya. (*)